Home / Aceh / Kasus Campak di Kota Sabang Meningkat, Dinkes Perkuat Langkah Pencegahan, dr. Edi Suharto: Imunisasi Kunci Melindungi Anak

Kasus Campak di Kota Sabang Meningkat, Dinkes Perkuat Langkah Pencegahan, dr. Edi Suharto: Imunisasi Kunci Melindungi Anak

SABANG –30 Juli 2026 | Pemerintah Kota Sabang melalui Dinas Kesehatan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit campak menyusul meningkatnya jumlah kasus dalam beberapa bulan terakhir. Hingga akhir Juli 2026, Dinas Kesehatan Kota Sabang mencatat 106 kasus campak, dengan sebaran tertinggi berada di wilayah kerja Puskesmas Sukakarya sebanyak 46 kasus dan Puskesmas Pria Laot sebanyak 32 kasus, sedangkan sisanya tersebar di wilayah puskesmas lainnya.

 

Keseriusan penanganan kasus tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Kepala Dinas Kesehatan Kota Sabang, dr. Edi Suharto, bersama jajaran Dinas Kesehatan. Rapat tersebut turut dihadiri Asisten I Sekretariat Daerah Kota Sabang, sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kota Sabang dalam memperkuat koordinasi lintas sektor untuk pengendalian penyakit menular.

 

dr. Edi Suharto menyampaikan kepada awak media bahwa seluruh puskesmas telah diperintahkan meningkatkan kewaspadaan melalui penguatan surveilans, pelacakan kasus, sosialisasi kepada masyarakat, edukasi di sekolah dan posyandu, serta percepatan pelayanan imunisasi.

 

“Campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular, tetapi dapat dicegah melalui imunisasi. Kami mengimbau seluruh orang tua agar segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala demam, ruam kemerahan, batuk, pilek, dan mata merah. Jangan menunggu hingga kondisinya memburuk,” ujar dr. Edi Suharto.

 

Ia menjelaskan bahwa cakupan imunisasi campak di Kota Sabang masih sekitar 5 persen, sehingga menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan. Oleh karena itu, seluruh jajaran puskesmas diminta lebih aktif melakukan penyuluhan dan mengajak masyarakat melengkapi imunisasi anak sesuai jadwal.

 

Menurut dr. Edi Suharto, keberhasilan pengendalian campak tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan orang tua, sekolah, pemerintah gampong, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat.

 

“Kami optimistis dengan kerja sama semua pihak, penyebaran campak di Kota Sabang dapat ditekan. Imunisasi bukan hanya melindungi satu anak, tetapi juga melindungi masyarakat secara luas dari risiko penularan,” tegasnya.

 

Dinas Kesehatan Kota Sabang berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang keliru mengenai imunisasi dan tetap memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia di seluruh puskesmas demi melindungi kesehatan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sabang, dr. Edi Suharto, memimpin rapat koordinasi penanganan dan pencegahan peningkatan kasus campak bersama jajaran Dinas Kesehatan. Rapat tersebut turut dihadiri Asisten I Sekretariat Daerah Kota Sabang sebagai bentuk penguatan koordinasi lintas sektor dalam upaya pengendalian penyakit menular di Kota Sabang.

 

(MJ Eric Karno )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP