Home / TNI/POLRI / TNI Bersama Tim Teknis Bangun Jembatan Beton di Alue Sane, Progres Capai 17 Persen

TNI Bersama Tim Teknis Bangun Jembatan Beton di Alue Sane, Progres Capai 17 Persen

Pidie Jaya – Upaya menghadirkan infrastruktur yang layak dan memperlancar mobilitas masyarakat terus dilakukan melalui pembangunan jembatan beton di Desa Alue Sane, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, yang berada di wilayah teritorial Koramil 20/Bandar Dua Kodim 0102/Pidie. Rabu (22/10/2026)

Pembangunan jembatan tersebut merupakan bantuan Presiden Republik Indonesia sebagai bagian dari upaya mengatasi kesulitan masyarakat sekaligus memperkuat akses penghubung antardesa. Kehadiran jembatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi warga, khususnya dalam mendukung aktivitas sehari-hari, mobilitas masyarakat serta kelancaran akses perekonomian.

Di lapangan, pembangunan terus dipantau dan dikawal untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana. Koordinator Pengawas Kapten Czi Putut Ariyanto bersama Babinsa Desa Alue Sane Serda Bulkaini turut melakukan pemantauan perkembangan pekerjaan yang dilaksanakan oleh tim teknis khusus pembangunan jembatan dengan dukungan personel Koramil 20/Bandar Dua Kodim 0102/Pidie.

Hingga saat ini, progres keseluruhan pembangunan telah mencapai 17 persen. Tahapan pekerjaan yang telah dilaksanakan meliputi pembuatan keranjang besi bagian belakang, pembangunan abutment jembatan, penggalian sumur abutment pada kedua titik serta pembuatan mal untuk pengecoran lantai kerja.

Jembatan yang dibangun memiliki panjang 12 meter, lebar 4 meter dan tinggi 3 meter. Sementara abutment memiliki panjang 12 meter, lebar 4 meter dan tinggi 3,65 meter.

Koordinator Pengawas Kapten Czi Putut Ariyanto menjelaskan bahwa pembangunan jembatan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditentukan.

“Jembatan ini memiliki panjang 12 meter, lebar 4 meter dan tinggi 3 meter. Saat ini progres pembangunan telah mencapai 17 persen, meliputi pembuatan keranjang besi, pembangunan abutment, penggalian sumur abutment di kedua titik serta pembuatan mal untuk pengecoran lantai kerja,” ujarnya.

Ia menambahkan, salah satu kendala yang dihadapi di lapangan adalah kondisi cuaca yang mulai memasuki musim hujan, terutama hujan yang turun pada sore hari.

“Hujan sore hari cukup memengaruhi waktu kerja dan kondisi lokasi, khususnya pada proses penggalian serta pekerjaan pengecoran. Namun, kami terus mengatur jadwal dan teknis pekerjaan agar pembangunan tetap berjalan sesuai target dengan tetap mengutamakan kualitas dan keselamatan,” kata Kapten Czi Putut Ariyanto.

Pembangunan jembatan ini menjadi bagian dari upaya nyata menghadirkan infrastruktur yang dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Selain membuka akses yang lebih baik, jembatan tersebut nantinya diharapkan mampu memperlancar hubungan antarwilayah serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi warga.

Kehadiran personel TNI dalam pemantauan pembangunan juga merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab dalam membantu memastikan proses pembangunan di wilayah berjalan aman, tertib dan lancar.

Dengan semangat TNI hadir untuk mengatasi kesulitan rakyat, seluruh tahapan pembangunan jembatan beton di Desa Alue Sane hingga saat ini berjalan aman dan lancar, dengan capaian progres keseluruhan sebesar 17 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP