Home / TNI/POLRI / Hasil Timah Turun Drastis, Nelayan Merasa Kompensasi Tak Sesuai Karena Timah Bebas Keluar Dari Pasir Kuning Tanpa Pengawasan

Hasil Timah Turun Drastis, Nelayan Merasa Kompensasi Tak Sesuai Karena Timah Bebas Keluar Dari Pasir Kuning Tanpa Pengawasan

Tempilang, matalensapost.com – Turunnya hasil timah dari 12 CV yang ada di Laut Tempilang DU 1545 selama 2 minggu terakhir ini nampaknya jadi tanda besar bagi para nelayan Benteng Kota dan Air Lintang dan juga PR bagi PT Timah dalam mengatasi atau mencari akibat atau sebab apa sehingga hasil bisa turun drastis.

Berdasarkan pantauan redaksi penababel.com pada Senin (08/11/2025) sekitar pukul 18.00 wib hingga 20.00 wib nampak terlihat dengan jelas satu persatu speed dari tengah laut menuju pinggir pantai pasir kuning tempilang dengan maksud membawa hasil Timah dr ponton tower masing-masing tempat mereka beraktivitas.

Nampak terlihat ketika redaksi dan ketua kompensasi nelayan, baidi ditemani oleh satu Satgas PT Timah, Ridwan ketika hendak mendekati speed, malah para pekerja tambang langsung gerak cepat membawa hasil Timah dengan cara dipikul dipundak ke arah lain, ada pula speed yang memutar balik arah kelain ketika mengetahui kedatangan redaksi dan nelayan serta satgas.

Masyarakat setempat juga melihat dan mengetahui adanya aktifitas penyelewengan timah gelap dari tengah laut ke pasir kuning.

“Lah tiap malam bang orang ponton yah bawa timah dari tengah laut ke pasir kuning ni. Alasan mereka timah reman padahal bukan karena dak masuk akal timah reman dalam satu speed bawa hasil e pakai 2 plastik asoi/kantong kresek dengan berat masing-masing 25 kilo hingga 30 kilo,” kata RI selaku warga ketika ditanya oleh redaksi pada Senin malam.

Sur juga membenarkan omongan Ri jika dalam semalam satu speed total e 50 kilo dikalikan puluhan speed maka berapa banyak timah diselewengkan.

“Setiap hari orang nyeleweng timah bos, satu speed total e kita itung kecil 50 kilo. Jadi 50 kilo dikalikan puluhan speed maka total e 500an kilo keluar tiap malam. Itu kita itung kecil dari kiloan dengan alasan reman makan, reman minum, reman rokok,” beber Sur. (Reza Erdiansyah, SH).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP