Home / Pidie / Silaturahmi Hangat Wartawan Sabang di Pendopo Bupati Pidie, Abu Sarjani Bicara Perdamaian, Pembangunan dan Masa Depan Pidie

Silaturahmi Hangat Wartawan Sabang di Pendopo Bupati Pidie, Abu Sarjani Bicara Perdamaian, Pembangunan dan Masa Depan Pidie

PIDIE | Suasana penuh keakraban terasa di Pendopo Bupati Pidie, Sigli, ketika rombongan wartawan wilayah Sabang melakukan silaturahmi dan bertatap muka langsung dengan Bupati Pidie, H. Sarjani Abdullah, SH, MH, yang akrab disapa Abu Sarjani,Selasa (11/8/2026).

Pertemuan tersebut bukan sekadar kunjungan jurnalistik, melainkan menjadi momentum mempererat kembali hubungan silaturahmi yang telah lama terjalin. Terlebih, salah seorang wartawan dari wilayah Sabang yang hadir dalam pertemuan tersebut merupakan putra asal Pidie yang kini telah menetap dan berkiprah di Kota Sabang.

Pertemuan berlangsung santai dan penuh kekeluargaan.wartawan dari wilayah Sabang juga Ikut Beberapa wartawan yang berkiprah di wilayah Pidie.

Kedatangan Wartawan sejak sore hari hingga malam hari di Pendopo Bupati Pidie dimanfaatkan untuk berbincang panjang dengan Abu Sarjani mengenai berbagai persoalan dan perkembangan Kabupaten Pidie, mulai dari pembangunan daerah, kondisi masyarakat pascabencana, agenda keagamaan, hingga keberlanjutan pembangunan Masjid Agung Al-Falah Sigli, yang menjadi salah satu ikon dan kebanggaan masyarakat Pidie.

Dalam kesempatan tersebut, Wartawan juga menyempatkan diri melaksanakan shalat Magrib di Masjid Pendopo Bupati Pidie, sebelum kembali melanjutkan perbincangan bersama Bupati Pidie.

Dari Sabang ke Pidie, Silaturahmi Tak Pernah Putus
Bagi wartawan asal Pidie yang kini berdomisili di Sabang, pertemuan dengan Abu Sarjani menjadi sebuah kesempatan yang sangat berarti.

Pasalnya, hubungan komunikasi dan silaturahmi tersebut bukanlah sesuatu yang baru. Bahkan jauh sebelum Abu Sarjani kembali dipercaya masyarakat Pidie memimpin daerah itu, sosoknya telah dikenal dalam perjalanan politik dan pemerintahan Kabupaten Pidie.

Abu Sarjani sebelumnya pernah memimpin Kabupaten Pidie pada periode 2012–2017, berpasangan dengan Muhammad Iriawan sebagai Wakil Bupati. Setelah beberapa tahun berada di luar pemerintahan, ia kembali maju pada Pilkada Pidie 2024 bersama Alzaizi.

Pasangan Sarjani Abdullah–Alzaizi kemudian ditetapkan KIP Pidie sebagai pasangan terpilih dengan perolehan 115.983 suara atau 50,8 persen suara sah, sebelum resmi dilantik pada 18 Februari 2025 sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pidie periode 2025–2030.

Dengan demikian, perjalanan Sarjani Abdullah menjadi salah satu catatan menarik dalam dinamika pemerintahan Pidie karena kembali dipercaya masyarakat untuk memimpin kabupaten tersebut setelah sebelumnya pernah menjadi bupati pada 2012–2017.

Abu Sarjani dan Komitmen untuk Pidie
Dalam suasana perbincangan yang berlangsung cukup lama, Abu Sarjani terlihat antusias membicarakan berbagai perkembangan Pidie.

Meski dalam kondisi yang kurang fit, ia tetap menyempatkan diri menerima dan bertatap muka dengan rombongan wartawan dari wilayah Sabang.

Pembicaraan berlangsung cair. Tidak hanya menyangkut pemerintahan, tetapi juga menyentuh persoalan kemasyarakatan, kondisi Pidie pascabencana, pembangunan daerah, kegiatan keagamaan serta sejumlah agenda yang dinilai penting bagi masyarakat.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah rencana doa bersama dalam rangka perdamaian Aceh yang, menurut penyampaian Abu Sarjani dalam perbincangan tersebut, akan dilaksanakan di Masjid Agung Al-Falah Kota Sigli dengan jumlah undangan mencapai lebih dari 1.500 orang.

Agenda tersebut diharapkan menjadi ruang kebersamaan dan doa bagi masyarakat, sekaligus mengingatkan kembali pentingnya menjaga perdamaian Aceh yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah masyarakat Aceh.

Masjid Agung Al-Falah, Kebanggaan Masyarakat Pidie
Perbincangan juga menyentuh keberlanjutan pembangunan Masjid Agung Al-Falah Sigli.

Masjid tersebut bukan hanya dipandang sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki nilai simbolis bagi masyarakat Pidie. Bahkan dalam agenda pembangunan yang pernah disampaikan Sarjani setelah kembali menjabat sebagai Bupati Pidie, melanjutkan pembangunan Masjid Al-Falah termasuk salah satu program yang menjadi perhatian.

Bagi masyarakat Pidie, keberadaan Masjid Agung Al-Falah diharapkan terus menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus bagian dari wajah Kota Sigli dan Kabupaten Pidie.

Bukan Hanya Politik, Tapi Bicara Pidie dan Masyarakat
Menariknya, pertemuan tersebut tidak diarahkan semata-mata pada pembicaraan politik.

Sebagai wartawan, kesempatan bertatap muka langsung dengan kepala daerah dimanfaatkan untuk menggali berbagai hal yang menyangkut kepentingan masyarakat.

Berbagai topik diperbincangkan secara terbuka, termasuk bagaimana pemerintah daerah menghadapi berbagai persoalan pascabencana, menjaga pelayanan kepada masyarakat, melanjutkan pembangunan serta membuka ruang komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.

Sikap Abu Sarjani yang tetap membuka ruang silaturahmi dengan kalangan pers juga menjadi bagian penting dalam pertemuan tersebut.

Pers dan pemerintah memang memiliki posisi berbeda, namun keduanya dapat berjalan beriringan dalam membangun daerah melalui komunikasi, kontrol sosial, penyampaian informasi publik dan kepentingan masyarakat.

Abu Sarjani dan Partai Aceh
Di luar pemerintahan, nama H. Sarjani Abdullah juga tidak dapat dipisahkan dari perjalanan politik lokal Aceh.

Data KPU mencatat H. Sarjani Abdullah sebagai Ketua Partai Aceh tingkat Kabupaten/Kota di Pidie. Sementara struktur kepengurusan Partai Aceh Pidie juga mencatat dirinya sebagai Ketua DPW PA Pidie.

Ia kembali dipercaya memimpin DPW Partai Aceh Pidie periode 2023–2028 melalui Musyawarah Wilayah III DPW PA Pidie pada Juni 2023.

Posisi tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan Sarjani Abdullah tidak hanya berada dalam ruang pemerintahan, tetapi juga memiliki akar panjang dalam dinamika politik Aceh, khususnya Kabupaten Pidie.

Silaturahmi yang Meninggalkan Kesan
Pertemuan di Pendopo Bupati Pidie tersebut akhirnya menjadi sebuah perjumpaan yang penuh cerita.

Dari obrolan mengenai masa lalu, perjalanan Pidie, kondisi masyarakat, pembangunan, pascabencana, kegiatan keagamaan hingga masa depan Kabupaten Pidie, semuanya menjadi bagian dari silaturahmi yang berlangsung dalam suasana santai namun sarat makna.

Bagi wartawan wilayah Sabang yang datang, pertemuan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa hubungan antara daerah tidak hanya dibangun melalui pemerintahan dan kebijakan, tetapi juga melalui silaturahmi antarmanusia.

Pidie dan Sabang memiliki kedekatan emosional dan historis tersendiri. Banyak warga Pidie yang kini beraktivitas, bekerja dan menetap di Sabang. Begitu pula sebaliknya, hubungan antarsesama insan pers di kedua wilayah terus berkembang dari waktu ke waktu.

Pertemuan dengan Abu Sarjani menjadi salah satu momentum untuk kembali memperkuat jembatan tersebut.

Di tengah kesibukan sebagai kepala daerah, kesediaan Bupati Pidie menerima rombongan wartawan dari wilayah Sabang hingga malam hari menjadi catatan tersendiri dalam silaturahmi itu.

Dari Pendopo Bupati Pidie, pesan yang terasa sederhana namun kuat: silaturahmi harus tetap dijaga, komunikasi harus terus dibuka, dan pembangunan daerah pada akhirnya harus kembali bermuara kepada kepentingan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP