Pidie Jaya – Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., turun langsung menyambangi Abdullah Ibrahim, salah seorang warga kurang mampu dan duafa di Desa Dayah Tuha, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Selasa (27/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kepedulian TNI terhadap masyarakat di wilayah teritorialnya.
Saat menjumpai warga , Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi didampingi Pabung Pidie Jaya Mayor Inf Ruslan dan Babinsa Desa Dayah Tuha Koramil 19/Meureudu Serka Umar. Dandim bersama rombongan berinteraksi langsung dengan Abdullah Ibrahim salah saatu warga kurang mampu , mendengarkan keluhan dan melihat kondisi serta berbagai persoalan yang dihadapinya.
Tidak hanya bersilaturahmi, Dandim 0102/Pidie beserta rombongan juga menyerahkan buah tangan berupa paket sembako kepada Abdullah Ibrahim. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian dan perhatian kepada warga yang membutuhkan.
Suasana pertemuan berlangsung sederhana dan penuh keakraban. Tanpa jarak dan formalitas, Dandim berbincang langsung dengan Abdullah Ibrahim. Komunikasi seperti ini dinilai penting untuk mengetahui kondisi masyarakat secara nyata, sekaligus memastikan kehadiran TNI dapat dirasakan hingga ke tengah kehidupan warga.
Letkol Inf Abdul Hadi menegaskan bahwa kedekatan dengan masyarakat merupakan bagian penting dari tugas kewilayahan TNI. Menurutnya, persoalan masyarakat tidak cukup hanya diketahui melalui laporan, tetapi perlu dilihat dan didengar secara langsung.
“Kalau kita ingin mengetahui kondisi masyarakat, kita harus turun dan melihat langsung. Jangan hanya mendengar dari laporan. Dengan bertemu dan berbicara langsung dengan warga, kita bisa memahami apa yang mereka rasakan dan apa yang mereka butuhkan,” ujar Dandim.
Ia juga menegaskan bahwa TNI hadir untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang, golongan maupun suku.
“Tidak ada sekat antara TNI dan rakyat. Kami adalah bagian dari masyarakat. Ketika ada warga yang mengalami kesulitan, sebisa mungkin kami hadir untuk mendengar dan membantu mencarikan jalan keluarnya,” tegasnya.
Kehadiran Dandim secara langsung di rumah warga tersebut sekaligus menunjukkan bahwa komunikasi sosial tidak harus berlangsung dalam ruang-ruang formal. Dengan turun ke lapangan, TNI dapat membangun kedekatan, mengetahui kondisi masyarakat dan memperkuat kepercayaan yang menjadi dasar kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Bagi Abdullah Ibrahim, kunjungan tersebut menjadi perhatian dan kebahagiaan tersendiri. Ia mengaku terharu karena Dandim bersama rombongan berkenan datang langsung ke kediamannya.
“Alhamdulillah, hari ini Pak Dandim dan Pak Babinsa berkunjung ke tempat saya. Ini luar biasa dan menjadi suatu kehormatan bagi kami masyarakat. Terima kasih atas semuanya,” ucap Abdullah dengan haru.
Kunjungan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa kepedulian TNI tidak berhenti pada pelaksanaan tugas pertahanan dan kewilayahan, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat.
Dari Desa Dayah Tuha, pesan itu kembali ditegaskan: ketika TNI dekat dengan rakyat, tidak ada sekat yang membatasi pengabdian.
Sebab, bagi TNI, hadir di tengah rakyat bukan sekadar slogan. Kehadiran itu diwujudkan dengan datang, mendengar, peduli dan membantu, terutama ketika masyarakat membutuhkan perhatian.





