Home / Pangkalpinang / Letkol Nur Salim Tegaskan Jika Tak Ada Anggotanya Yang Terlibat Peredaran Narkoba, Keributan Karena Kesalahpahaman

Letkol Nur Salim Tegaskan Jika Tak Ada Anggotanya Yang Terlibat Peredaran Narkoba, Keributan Karena Kesalahpahaman

Pangkalpinang, matalensapost.com — Terkait pemberitaan yang viral dibeberapa media mengenai buntut miss komunikasi antara satpam GMC dengan beberapa Anggota Korem 045 Gaya yang kini sudah berdamai dari kedua belah pihak dengan disertai surat perdamaian dan pencabutan laporan antara Gama dan Wildan serta Mika, membuat KA Ajenrem Korem 045 Gaya, Letkol Nur Salim angkat bicara.

“Kedua belah pihak sudah berdamai dan tak ada lagi permasalahan apalagi dalam perseteruan tersebut tak ada yang namanya anggota Korem 045 Gaya melakukan peredaran narkoba di GMC dan itu saya pastikan,” kata Letkol Nur Salim kepada Redaksi, Rabu (26/11/2025).

Selain itu keributan terjadi antara Gama dan Anggota saya hanya kesalahpahaman.

“Saya sudah temui keluarga Gama dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Adanya keributan tersebut berlandaskan kesalah pahaman alias miskom dan tidak ada kaitannya dengan keterlibatan anggota saya dalam peredaran narkoba di GMC,” jelasnya seraya menyebutkan ketiga anggota saat ini sedang menjalani sanksi di kesatuan Korem 045 Gaya.

Sementara itu, menanggapi sejumlah tudingan publik terkait dugaan pelanggaran yang dialamatkan kepada Grand Milenium Club (GMC), Manajer GMC, Tedy, memberikan klarifikasi resmi dan menegaskan bahwa banyak informasi yang beredar tidak sesuai fakta.

“Kami tidak menjual minuman golongan C. Minuman yang dijual di GMC sepenuhnya mengikuti ketentuan perda. Selama beberapa tahun ini kami tidak pernah menjual mihol jenis luar,” tegasnya kepada beberapa awak media.

Ia juga mengakui jika jam operasional GMC sampai jam 04.00 wib.

“Kami close pada pukul 04.00 wib setiap harinya namun tidak menutup kemungkinan jika GMC close jam 04.30 wib ketika tamu atau pengunjung ramai memadati GMC,” akunya.

Menanggapi isu peredaran narkoba di dalam klub, Tedy mengatakan bahwa pihak manajemen tidak pernah mengetahui atau terlibat dalam aktivitas tersebut.

“Jika ada pihak luar yang melakukan transaksi terlarang, itu di luar sepengetahuan dan di luar tanggung jawab manajemen. Kami mendukung penuh aparat penegak hukum untuk menindak siapa pun yang terlibat,” ungkapnya.

Tedy juga menyampaikan bahwa pihak GMC selalu berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk memastikan ketertiban serta melakukan pemeriksaan standar terhadap setiap pengunjung.

Ia menambahkan bahwa pihaknya terbuka terhadap evaluasi dan siap mengikuti seluruh proses yang ditetapkan pemerintah.

“Kami terbuka jika pemerintah ingin melakukan pemeriksaan atau evaluasi. Yang terpenting, semua dilakukan berdasarkan data dan aturan yang berlaku,” ujarnya.

Dengan klarifikasi tersebut, pihak GMC berharap masyarakat mendapatkan informasi yang berimbang serta tidak terjebak dalam asumsi yang belum terbukti kebenarannya. (Reza Erdiansyah, SH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP