Bangka Barat, Matalensapost.com — Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW IWO) Kepulauan Bangka Belitung, Evan Satriadi meminta jajaran Polres Bangka Barat untuk mempertanyakan keabsahan serta kelayakan izin aktivitas penambangan timah darat yang berlangsung di kawasan lahan Cadangan Pertambangan Negara (APL), tepatnya di wilayah belakang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mentok, Kabupaten Bangka Barat.
Permintaan ini disampaikan guna memastikan kegiatan penambangan tersebut benar-benar memiliki dasar hukum yang sah, tidak melanggar peraturan pertambangan yang berlaku, serta tidak menimbulkan dampak buruk yang mengancam lingkungan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat, terutama mengingat lokasinya yang sangat dekat dengan fasilitas pelayanan kesehatan umum.
Ketua PW IWO Babel menegaskan bahwa penambangan di kawasan yang berdekatan dengan RSUD patut ditinjau secara ketat. Selain menyangkut status lahan APL yang pengelolaannya diatur secara khusus, kegiatan penambangan di lokasi tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan kerusakan lingkungan, erosi tanah, genangan air bekas galian yang berpotensi menjadi sarang penyakit, serta gangguan aktivitas pelayanan umum.
“Kami meminta Polres Bangka Barat untuk turun langsung memeriksa dan mempertanyakan izin kegiatan penambangan tersebut. Pastikan apakah izinnya lengkap dan sah, apakah sesuai dengan tata ruang wilayah, serta apakah ada jaminan keamanan dan pemulihan lingkungan setelah penambangan selesai. Jangan sampai aktivitas ini justru merugikan masyarakat dan merusak fasilitas umum yang sangat dibutuhkan,” ujar Ketua PW IWO Babel.
Ia juga mengingatkan agar pengawasan terhadap penambangan di lahan APL diperketat, mengingat banyaknya pelanggaran yang kerap terjadi dan dampak kerusakan yang ditinggalkan. Jika ditemukan ketidakberesan atau ketiadaan izin yang sah, maka pihak berwenang diminta untuk mengambil langkah tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Harapan masyarakat dan pengamat pun tertuju pada adanya penindakan yang transparan dan adil, agar penambangan yang dilakukan tetap taat aturan, lingkungan terjaga, dan kepentingan keselamatan publik di sekitar RSUD Mentok menjadi prioritas utama.






