Home / Jakarta / Siap Masuk Kabinet Prabowo Subianto, Dr. Iswadi Usung Kebangkitan P4 Versi Modern

Siap Masuk Kabinet Prabowo Subianto, Dr. Iswadi Usung Kebangkitan P4 Versi Modern

Jakarta : Di tengah dinamika perubahan zaman yang semakin cepat, wacana penguatan kembali nilai nilai kebangsaan kembali mencuat ke permukaan. Akademisi dan tokoh pendidikan nasional, Dr. Iswadi, M.Pd., hadir dengan gagasan yang cukup berani: menghidupkan kembali Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) dalam versi yang lebih modern, kontekstual, dan relevan dengan tantangan masa kini. Gagasan ini ia sampaikan seiring dengan kesiapannya apabila dipercaya untuk bergabung dalam kabinet pemerintahan Presiden Prabowo.

Bagi Dr. Iswadi, P4 bukan sekadar produk masa lalu yang usang dimakan waktu. Ia melihatnya sebagai instrumen penting yang pernah berhasil membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap nilai nilai Pancasila. Namun, ia juga menyadari bahwa pendekatan lama yang cenderung kaku dan satu arah tidak lagi sesuai dengan karakter masyarakat modern, terutama generasi muda yang tumbuh di era digital.

Karena itu, ia menekankan bahwa revitalisasi P4 harus dilakukan dengan cara yang berbeda. Bukan sekadar menghidupkan kembali materi lama, tetapi juga melakukan pembaruan dari segi metode, substansi, dan media penyampaian. Menurutnya, generasi muda perlu diajak berdialog, bukan hanya diberi ceramah. Nilai-nilai kebangsaan harus hadir dalam bentuk yang lebih dekat dengan kehidupan mereka melalui teknologi, media sosial, dan berbagai platform kreatif yang mereka gunakan sehari hari.

Dalam pandangannya, selama ini pendidikan Pancasila cenderung berhenti pada tataran teori. Siswa dan mahasiswa diajak menghafal butir butir nilai, tetapi tidak selalu diberikan ruang untuk menghayati dan mempraktikkannya dalam kehidupan nyata. Akibatnya, terjadi kesenjangan antara pemahaman dan perilaku. Dr. Iswadi ingin menggeser pendekatan ini menjadi lebih aplikatif, di mana nilai nilai seperti gotong royong, toleransi, keadilan sosial, dan persatuan benar benar hidup dalam keseharian masyarakat.

Lebih jauh, ia melihat bahwa tantangan kebangsaan saat ini semakin kompleks. Polarisasi sosial, penyebaran hoaks, hingga menurunnya rasa kebangsaan di kalangan generasi muda menjadi persoalan nyata yang tidak bisa diabaikan. Dalam konteks ini, ia meyakini bahwa revitalisasi P4 dapat menjadi salah satu solusi strategis untuk memperkuat kembali fondasi ideologis bangsa.

Namun, Dr. Iswadi juga menegaskan bahwa upaya ini tidak bisa dilakukan secara sepihak atau top-down. Ia membayangkan sebuah gerakan bersama yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, akademisi, hingga komunitas pemuda dan organisasi masyarakat sipil. Dengan keterlibatan yang luas, nilai nilai Pancasila diharapkan tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar menjadi bagian dari kehidupan kolektif bangsa.

Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi antar kementerian dan lembaga. Menurutnya, penguatan nilai nilai Pancasila tidak boleh hanya menjadi tanggung jawab satu sektor, seperti pendidikan atau kebudayaan semata. Nilai nilai tersebut harus terintegrasi dalam seluruh kebijakan publik, termasuk di bidang ekonomi, hukum, dan pembangunan sosial. Dengan demikian, Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga menjadi panduan nyata dalam setiap pengambilan keputusan.

Kesiapan Dr. Iswadi untuk masuk dalam kabinet Presiden Prabowo bukan semata mata ambisi pribadi, melainkan bagian dari komitmennya untuk berkontribusi lebih luas bagi bangsa. Ia menyadari bahwa posisi dalam pemerintahan akan memberinya ruang yang lebih besar untuk merealisasikan gagasan gagasannya, termasuk revitalisasi P4. Meski demikian, ia tetap menegaskan bahwa keputusan sepenuhnya berada di tangan Presiden.

Di akhir pernyataannya, Dr. Iswadi mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak hanya menunggu kebijakan dari pemerintah, tetapi juga aktif mengambil peran dalam menghidupkan nilai nilai Pancasila. Baginya, pembangunan karakter bangsa adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi semua pihak.

Dengan pendekatan yang lebih adaptif dan inklusif, gagasan kebangkitan P4 versi modern yang diusung Dr. Iswadi menjadi menarik untuk dicermati. Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, upaya untuk memperkuat jati diri bangsa memang menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Pertanyaannya kini, sejauh mana gagasan tersebut dapat diterima dan diimplementasikan secara efektif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP