Home / Aceh / Dari Posko ke Posko, Babinsa Kodim 0102/Pidie Operasionalkan Mobil Water Treatment Menkopolhukam untuk Warga Terdampak

Dari Posko ke Posko, Babinsa Kodim 0102/Pidie Operasionalkan Mobil Water Treatment Menkopolhukam untuk Warga Terdampak

Pidie Jaya – Lumpur yang belum sepenuhnya surut dan trauma yang masih membekas menjadi saksi beratnya hari-hari warga Kabupaten Pidie Jaya pascabanjir dan longsor. Di tengah keterbatasan itu, secercah harapan mengalir dari selang air bersih. Mobil Water Treatment bantuan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) kini mulai dioperasionalkan untuk menyuplai air bersih siap konsumsi ke posko-posko pengungsian, Senin (15/12/2025).

Perdana di desa Teupin Pukat, Kecamatan Meurah Dua, kehadiran air bersih menjadi penawar kelelahan para pengungsi. Wajah-wajah yang sebelumnya diliputi kecemasan perlahan berubah lega saat Babinsa Kodim 0102/Pidie mendistribusikan air bersih langsung ke tenda-tenda pengungsian menjawab kebutuhan paling mendasar yang selama berhari-hari sulit terpenuhi.

Dandim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., menegaskan bahwa pengoperasian mobil Water Treatment tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat terdampak bencana.
“Pasca banjir dan longsor, kesulitan terbesar masyarakat adalah akses terhadap air bersih. Bantuan dari Menkopolhukam ini kami operasionalkan secara maksimal, dari posko ke posko, agar kebutuhan air bersih warga dapat terpenuhi,” ungkapnya.

Mobil Water Treatment tersebut diterima langsung oleh Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi S. Sos.dari Menkopolhukam Jenderal TNI (Purn) Djamaris Chaniago saat kunjungannya ke Kabupaten Pidie Jaya. Penyerahan berlangsung di halaman Gedung MTQ, Minggu (14/12/2025), dan turut disaksikan oleh Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, MA., S.Sos., M.E., Ketua DPRK Pidie Jaya A. Kadir Jailani, serta Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, S.H., S.I.K., M.H.

Usai diterima, mobil Water Treatment tersebut langsung dikerahkan dan dioperasionalkan dengan dukungan penuh Babinsa untuk menjangkau seluruh posko pengungsian di wilayah Kabupaten Pidie Jaya.

“Air yang dihasilkan telah melalui proses penyaringan dan pengujian, sehingga aman dan layak langsung diminum. Kami memastikan distribusinya merata agar tidak ada warga yang terlewat,” tambah Abdul Hadi.

Bagi para pengungsi, air bersih bukan sekadar bantuan logistik—melainkan sumber kehidupan. Mutia, warga Desa Teupin Pukat, mengungkapkan rasa harunya atas bantuan tersebut.
“Sejak banjir, kami sangat kesulitan mendapatkan air bersih. Bantuan ini benar-benar meringankan beban kami,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Ia menambahkan,
“Alhamdulillah, sekarang air bersih sudah mudah didapat dan bisa langsung diminum. Terima kasih kepada Bapak Menkopolhukam, juga kepada TNI dan Babinsa yang dengan sabar mengantarkan air sampai ke tempat kami.”

Di saat bencana merenggut rasa aman dan kenyamanan hidup, kolaborasi Menkopolhukam dan TNI menjadi penopang harapan. Dari air yang mengalir jernih di posko-posko pengungsian, tumbuh kembali keyakinan bahwa negara hadir, bekerja, dan peduli pada warganya bahkan di saat paling sulit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP